BENCANA ALAMKOTA SERANG

arurat Hidrometeorologi di Banten: Dari Cilegon hingga Lebak Tersinggung Banjir dan Longsor

7
×

arurat Hidrometeorologi di Banten: Dari Cilegon hingga Lebak Tersinggung Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini
Banjir merendam sejumlah wilayah di Provinsi Banten akibat curah hujan tinggi sejak Jumat (2/1/2026). Salah satunya di wilayah Kabupaten Serang, Banten yang menyebabkan rumah dan area persawahan terendam banjir. (Dok. BPBD Banten).(BPBD Banten)

KOTA SERANG – Provinsi Banten dikepung bencana hidrometeorologi sejak Jumat (2/1/2026). Ribuan rumah dilaporkan terdampak akibat kombinasi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah.

 

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per 4 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 1.512 rumah, 1.853 Kepala Keluarga (KK), dan 3.509 jiwa terdampak.

“Bencana banjir ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi, meluapnya aliran sungai, serta drainase yang tersumbat, sehingga air merendam pemukiman warga,” ujar Lutfi.

 

Kondisi Terkini dan Wilayah Terdampak

Meski banjir di sebagian besar titik mulai surut, beberapa wilayah masih memerlukan perhatian khusus. Berikut adalah rincian situasi di lapangan:

  • Wilayah Terdampak Banjir: Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Tangerang.
  • Titik Genangan Tersisa: Di Kabupaten Pandeglang, banjir setinggi 10–50 cm masih menggenangi Kecamatan Patia, Cikeusik, Munjul, dan Sobang.
  • Kawasan Religi: Pelataran Masjid Banten Lama hingga area pemakaman Sultan Maulana Hasanuddin yang sebelumnya tergenang, kini sudah surut.
  • Akses Transportasi: Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan yang sempat melumpuhkan akses menuju Wisata Pantai Anyer dan Pelabuhan Ciwandan kini sudah kembali normal.

 

Data Pengungsi dan Penanganan

Tercatat sebanyak 62 KK atau sekitar 256 jiwa (asumsi koreksi angka) terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman karena ketinggian air di rumah mereka sempat meningkat drastis. Saat ini, warga bersama petugas gabungan mulai bergotong royong membersihkan sisa lumpur di rumah serta fasilitas umum.

 

Lutfi menekankan bahwa penanganan bencana ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah.

“Pemerintah Kabupaten/Kota menangani langsung di lapangan, sementara provinsi berperan mengoordinasikan, memperkuat, dan mendukung kebutuhan lintas wilayah,” jelasnya.

 

Ancaman Longsor

Selain banjir, BPBD juga memetakan 6 titik longsor yang terjadi di wilayah pegunungan dan perbukitan, yakni:

  1. Kabupaten Lebak: Lebak Gedong, Bayah, dan Cibeber.
  2. Kabupaten Serang: Mancak, Waringinkurung, dan Cinangka.

 

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

 

 

(Sym/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *