KABUPATEN TANGERANG — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari PAUD, MI, MTs, MA hingga para santri Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Jauharatun Naqiyah — menggelar upacara bendera di lapangan madrasah yang berlokasi di Kampung Merapit, Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (23/10/2025).
Upacara yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Seluruh peserta mengenakan pakaian khas santri — sarung, baju koko, serta peci bagi santri putra dan busana muslimah bagi santri putri — menambah suasana religius sekaligus nasionalis dalam peringatan tersebut.

Bertindak sebagai pembina upacara, Ustadz Mu’anis, S.Pd.I, dalam amanatnya menyampaikan pesan mendalam tentang peran santri di era modern yang tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman.
“Santri kini sudah diakui secara nasional bahkan bertaraf internasional. Santri tidak hanya berfokus pada urusan akhirat, tetapi juga harus berperan aktif dalam urusan dunia. Santri harus menjadi teladan dalam moral, ilmu, dan pengabdian,” tutur Ustadz Mu’anis dalam sambutannya.

Beliau juga mengingatkan bahwa semangat Hari Santri harus dijadikan momentum untuk meneladani perjuangan para ulama dan pejuang kemerdekaan yang turut berperan besar dalam mempertahankan keutuhan NKRI.
Upacara Hari Santri Nasional ini diikuti oleh seluruh unsur civitas pendidikan di lingkungan YPI Al-Jauharatun Naqiyah, mulai dari dewan guru, pengasuh pesantren, walimurid, hingga seluruh peserta didik. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pengibaran bendera merah putih hingga pembacaan ikrar santri Indonesia.
Selain upacara bendera, peringatan Hari Santri di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Jauharatun Naqiyah juga dirangkaikan dengan kegiatan lalaran atau pembacaan Kitab Alfiyah Ibnu Malik, serta penampilan seni Islami dari para santri. Rangkaian acara ini tidak hanya mempererat silaturahmi antarwarga madrasah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pesantren.
Peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober ini menjadi momentum penting untuk mengenang fatwa Resolusi Jihad 1945 yang dicetuskan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sebagai tonggak perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Melalui kegiatan ini, YPI Al-Jauharatun Naqiyah menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi santri yang berilmu, berakhlak, dan berjiwa nasionalis, sejalan dengan tema nasional Hari Santri 2025, yaitu “Santri Harmoni, Indonesia Berprestasi.”
(Sym)












