Kota Serang β Rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia) Wilayah Provinsi Banten resmi dibuka dengan kegiatan jalan santai kebangsaan, perlombaan olahraga persahabatan, serta doa bersama secara nasional.
Sejak pagi, ratusan guru madrasah dari berbagai daerah di Banten memadati area kegiatan. Pembukaan terpusat di Komplek Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Sabtu (22/11/2025).

Jalan santai dan pembagian doorprize menjadi simbol perjalanan panjang perjuangan guru madrasah dalam mendidik generasi bangsa di tengah berbagai keterbatasan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan perlombaan olahraga dan akan ditutup dengan Doa Bersama Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta pada 24 November, yang terhubung serentak dengan jaringan PGM Indonesia di berbagai provinsi.
Namun, peringatan ini tidak berhenti pada sisi seremonial. PGM Indonesia PW Banten memaknainya sebagai ruang refleksi sekaligus kritik konstruktif terhadap kondisi guru madrasah dalam kebijakan pendidikan nasional yang dinilai masih belum sepenuhnya adil.
Nada Kritis dari PGM Indonesia PW Banten
Ketua PGM Indonesia Wilayah Banten, Dr. H. Masyhudi, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa Hari Guru Nasional harus menjadi momentum koreksi bersama, bukan sekadar seremoni tahunan.
βJalan santai ini simbol perjalanan panjang guru madrasah yang tidak pernah benar-benar selesai. Lomba ini simbol kegembiraan dalam keterbatasan. Dan doa bersama ini adalah bentuk ikhtiar spiritual kami ketika kebijakan negara belum sepenuhnya berpihak,β ujarnya.
Ia menekankan bahwa guru madrasah, terutama yang mengabdi di madrasah swasta, masih menghadapi berbagai persoalan kesejahteraan, ketidaksetaraan struktural, dan minimnya afirmasi kebijakan.
Aparatur Pemerintah melalui Kementerian Agama Banten
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, DR. H. Amrullah, turut memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi rangkaian HGN (Hari Guru Nasional)2025 tingkat provinsi.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap PGM Indonesia Banten yang dinilai mampu mengangkat isu-isu guru madrasah ke ruang publik secara konstruktif dan elegan.
βGuru madrasah bukan hanya pengajar, tetapi penjaga moral dan akhlak bangsa. Kami di Kementerian Agama Provinsi Banten menyadari betul bahwa masih terdapat berbagai persoalan struktural terkait kesejahteraan dan pemerataan kualitas guru madrasah, khususnya di madrasah swasta. Karena itu, kegiatan seperti ini penting sebagai cermin dan pengingat agar kebijakan yang lahir tidak hanya administratif, tetapi juga berkeadilan,β tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah melalui Kementerian Agama berkomitmen untuk terus memperkuat afirmasi kepada guru madrasah melalui peningkatan kompetensi, layanan pendidikan yang lebih inklusif, serta sinergi lintas lembaga.
βKami tidak menutup mata. Perjuangan guru madrasah adalah perjuangan negara. Apa yang disuarakan PGM Indonesia hari ini adalah alarm moral yang harus kami dengar. Mudah-mudahan peringatan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi dorongan kuat bagi perbaikan kebijakan,β ungkapnya.
(Ramin/Sym)












